Selasa, 06 Juni 2023

Aku dan Bayang-bayangmu




Dua tahun telah berlalu semenjak aku memutuskan untuk berhenti, melepas, pergi jauh, dan melupakan apa yang sangat aku cintai. 
Sepuluh tahun lalu aku memulainya dengan sadar bahwa ada kebaikan yang akan sangat aku cintai dalam dirimu, ada jiwa yang indah dan akan menjadi satu penyejuk dalam hatiku kelak. Dengan sadar ku mulai semuanya dengan harapan besar bahwa keputusanku saat itu akan lekas mengantarkan ku pada kebahagiaan sesungguhnya. Dengan sabarnya aku meniti setiap detik, bertahan dengan rasa yang kian mencuat. Aku tak pernah mau menyesali ini, sudah ku rencanakan baik baik agar tak ada kekesalan dalam penerimaan dirimu, ku jaga rasa ini perlahan namun pasti, ku redam banyak amarah ketika kabar hubungan mu berlalu lalang, kuusahakan tak percaya dan menunggu langkah pasti mu dalam menyikapi semua itu. Menunggumu menjadi rutinitas terindahku. Semuanya baik, terus membaik seakan dunia merestui kita yang bahkan tak pernah berujar mesra.
Kini kesabaranku habis di ujung penantian. Meratapi setiap untai kata yang tersemat di daun pintu rumah tak berpenghuni. 
Ingin sekali aku memuji diriku sendiri karena terlalu sabar dan tulus menginginkanmu, karena terlalu gigih menanti apa yang seharusnya tak ku nanti. Aku tak pernah tau bahwa lagu lagu cinta yang indah itu tak pernah menjadi nyata selam ini. Selama sepuluh tahun terakhir aku hanya bersama bayanganmu. Aku hanya membayangkan semua hal indah yang aku harapkan dari dirimu.
Betapa bodohnya aku kala itu, mencintai bayangan dengan sangat gigih dan tulus. Bodohnya aku mencintai raga yang tak pernah membalikan badannya untukku. Betapa bodohnya aku menganggap senyum itu sebagai belai kasih.
Hingga pada akhirnya aku sudah kehabisanu tenaga untuk mengetuk pintu.
Dua tahun telah berlalu sejak hari itu, dan aku pergi. Tak bertemu denganmu rasanya mempermudah segalanya. Kujalani hari demi hari dengan damai. 
Hingga sampai pada satu pertanyaan, apakah aku benar benar telah pergi darinya? sementara tubuhku tak henti bergetar dengan sapamu.

Being an admirer is weird

Pernahkah tepikir sebenarnya apa sih yang harus dilakukan saat menyadari kalo kita sedang menyukai seseorang? apa aturannya? apa yang boleh ...