Jumat, 02 Mei 2025

Being an admirer is weird

Pernahkah tepikir sebenarnya apa sih yang harus dilakukan saat menyadari kalo kita sedang menyukai seseorang? apa aturannya? apa yang boleh dan apa yang engga? dan jawabannya ga akan pernah bisa kita pelajari secara formal di sekolah. Setiap orang melalui masa belajar yang berbeda dan itu yang membuat definisi tentang 'menyukai' setiap orang berbeda. Aku salah satunya.
Aku sudah menyukai seseorang bahkan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Bagaimana akhirnya seorang anak usia 12 tahun akhirnya mendefinisikan rasa suka itu sebagai perasaan luar biasa yang kita sebut cinta. Padahal kalau diingat lagi, apa yang terjadi pada saat itu tidak sedikit pun mendekati kata cinta. Lalu berlanjut ke masa smp, dan yap aku menemukan lagi bukan hanya satu tapi beberapa orang untuk dikagumi. Memasuki dunia yang lebih luas, aku menemukan banyak orang yang luar biasa dan cukup mengagumkan. Hal yang sama terus terjadi hingga masa sma berakhir. Dan selama itu aku cukup yakin dengan seseorang yang kukira ini lebih dari sekedar mengagumi. Banyak perasaan perasaan yang meyakinkan pada saat itu, banyak dilema yang masih bertahan bahkan hingga saat ini. Namun ternyata usia lah yang akhirnya berbicara. Semua itu hanya ilusi. Perasaan suka yang membuat kita merasa ingin memiliki, merasa akan bisa bersama, rindu, gundah, kalut, dan banyak perasaan dilema lainnya yang cukup menguras energi itu tidak lain hanya efek yang ditimbulka ketika kita cukup mengagumi seseorang. Karena akhirnya aku sadar bahwa hal itu tidak hanya terjadi pada orang yang ada didekat kita, tapi juga pada orang orang yang memang sudah jelas bahwa pertemuan antara dua pihak ini sungguh sangat mustahil. Aku menyadari bahwa rasa suka dan kagum itu harusnya tidak dibuat pusing, tapi cukup dinikmati. Rasakanlah semua hal yang akan membuatmu bahagia dan menikmati hari, lalu buanglah semua rasa risau dan segala efek buruknya. 
Sejauh ini itu yang  kurasakan. Berusaha menjadi lebih berarti adalah pilihan yang baik. Jangan buang percuma hidup ini dengan mengeluhkan banyak hal diluar sana yang tak mungkin menghampiri kita. Apa yang ada di depan kita hari ini adalah kita sekarang. And please don't be weird again, cause you finally know that you can chose a better way of life.

Jumat, 22 November 2024

You're so young, then try everything you want


The tittle sound so free, this life is yours, do whatever you want?

Tapi banyak orang melupakan apa yang sebenarnya terjadi pada kehidupan. Itu tidak benar benar salah untuk mencoba banyak hal, yang menjadi masalah adalah bagaimana dan dimana sebuah batasan akan diletakkan. Banyak orang lupa untuk tetap menjaga diri dalam sebuah kebebasan. Namun hal sebaliknya juga tidak luput dari manusia. Beberapa dari mereka mengkhawatirkan bagaimana semua kebebasan itu bisa tetap menjaga mereka dalam aman, bagaimana jika begini, begitu dan banyak konsekuensi lainnya yang harus dihadapi. But that's life. Kita tidak akan pernah tau sebelum benar benar melakukanya. And it's happen to me.

Bagaimana akhirnya aku menyadari hal ini adalah sebuah keputusan besar bagiku pada saat itu. Sebuah pengalaman yang begitu bermakna. Mungkin bagi sebagian orang ini hanyalah kejadian biasa atau mungkin hanya terlihat sebagai langkah kecil seorang bayi. But it's so big to me, melihat bagaimana akhirnya aku memutuskan untuk menyelesaikan studi jenjang S1.

Betapa mindernya diri ini karena butuh 6 tahun bagiku untuk akhirnya melepas hubungan sebagai alumni dengan kampus tercinta. Malu untuk mengumumkan pada dunia bahwa aku sudah berhasil, karena rasanya keberhasilan ini tampak kecil di mata orang lain. Namun ternyata itu semua hanya pikiran ku. Kenyataan bahwa mereka tetap menyayangi ku dan bangga padaku adalah hal yang tak pernah terlintas di pikiran ku sebelumnya.

Jika melihat kebelakang, di dua tahun terakhir aku cukup banyak bertanya tanya tentang diriku. Kemana semua ini akan berjalan, bagaimana cara menjalani hidup, apa mau ku, apa yang sebenarnya akan dan harus terjadi, semua pertanyaan itu tak pernah sehari pun hilang dari kepalaku. Bahkan bukan hanya pertanyaan yang muncul, terkadang cacian pun ikut mengiringi. Bertanya tanya mengapa aku begitu lambat, bodoh dan tak bisa diandalkan. Waktu terus berjalan. Dengan berbagai usaha, perlahan aku menghilangkan kata kata menyakitkan itu dari kepalaku, aku mulai menyadari betapa berharganya diriku. Aku berpikir bahwa kalaupun di dunia ini tidak ada yang mau menyukai dan menyayangi ku, setidaknya aku harus melakukannya pada diri sendiri. Karena hanya aku yang merasakan apa yang terjadi pada diriku. Dan perasaan ku mulai membaik. Hingga aku memutuskan untuk melangkahkan kaki lebih jauh, berharap dunia ini mau berpihak padaku. 

Semua bayangan ketakutan itu hilang seketika ketika akhirnya tangisan ku tumpah di ruangan sidang. meski belum dinyatakan lulus, aku sudah sangat bersyukur karena bisa mengakhiri hari itu dengan baik. Aku sangat bersyukur karena diizinkan mengalami hari yang selalu terasa mustahil sebelumnya. Keyakinan keyakinan semu itu selalu perlahan ku bangun dalam diri hingga semua itu menjadi kenyataan. Terdengar sangat cringe, tapi hai itu sangat cukup untuk membuatku terbang tinggi dan duduk selama sepuluh menit di atas awan.

Pada akhirnya aku percaya bahwa mimpi mimpi yang dirasa mustahil itu mungkin akan terjadi suatu hari nanti. Walau tak tau kapan pastinya, tapi selama diperjuangkan, semua itu tidak akan pernah menjadi sia sia. Kita tidak pernah tau akhir seperti apa yang sedang menunggu kita di ujung hari. Yang kita tau hanyalah semua akan baik baik saja.

Hari ini aku kemudian memberanikan diri untuk kembali bermimpi, kembali membangun sebuah istana di awan sana. Entah kapan akan aku kunjungi, tapi aku percaya akan berada di sana suatu hari nanti.

So, my last word is lakukanlah apapun itu yang membuat dirimu senang dengan kehidupan ini. Beranikan lah membayangkan mimpi mimpi walau usia seperempat abad sudah di depan mata. Jangan buat dirimu menyesal dengan kesempatan yang tidak kau ambil hari ini.

Jumat, 11 Oktober 2024

Urusan Hamba dengan Tuhannya

Awalnya, aku berencana menulis ini di buku jurnal harian ku, tapi setelah kupikir sepertinya lebih layak aku tulis disini. Tidak hentinya pelajaran-pelajaran hidup datang menghampiri kita, walaupun hal tersebut datang dari kasus, permasalahan, dan pengalaman orang lain. 

Jadi beberapa waktu lalu (mungkin belum genap 24 jam) aku sempat membaca dua buah tulisan yang menimbulkan pemikiran aku tentang hal ini. yang pertama datang dari Arhan yang sempat ramai diperbincangkan terkait kasus istrinya yang dikabarkan berselingkuh dengan pacar dari Rachel Venya atau Salim. Dalam kalimat tersebut Arhan menyebutkan bahwa putusnya Rachel dengan pacarnya itu bukan urusan Arhan dan istrinya. Dan kalimat kedua adalah sebuah nasihat pernikahan dari KUA yang diberikan kepada sepasang calon mempelai. Namun dalam hal itu ternyata hanya mempelai wanita saja yang hadir dikarenakan urusan mempelai pria yang tidak dapat ditinggalkan. Dan pada saat itu nasihat lebih terfokus pada mempelai wanita, dengan kalimat yang paling ku ingat adalah ketika penasihat berkata bahwa menikah adalah "urusan mba dan Allah, juga urusan suami mba dengan Allah, karena Allah lah yang memegang hati pasangan kalian, sehingga kewajiban mba hanyalah kepada Allah dan yang menjadi urusan mba adalah menjalankan perintah Allah. Jika suatu hari nanti (naudzubillah) ternyata suami mba memilih untuk berselingkuh, maka sesungguhnya itu adalah urusan dia dengan Tuhannya. Karena mba sebagai istri tidak dibebankan atas hal tersebut".

Dari dua kalimat tersebut aku menyoroti dua hal tentang memaafkan dan meninggalkan. Semula ketika berita ini mulai ramai menjadi pembicaraan, sudut pandang ku langsung mengarah pada Arhan. Bagaimana perasaannya terkait apa yang dilakukan istrinya itu mungkin bukan hanya menyakiti hari nya sebagai suami, tapi juga sebagai seorang pria yang menjadikannya dipandang gagal dalam mendidik istrinya. Walaupun perselingkuhan bukan hal yang dibenarkan, tapi dalam kasus Arhan ebagai suami yang mendidik istri, usia pernikahan mereka belum lama, usia mereka pun belum bisa dianggap benar dewasa. Maka jalan yang Arhan ambil untuk memaafkan istrinya adalah hal yang benar. Mungkin kasus tersebut bisa dijadikan pembelajaran bagi Arhan dan istrinya untuk kembali memperkuat ikatan rumah tangga mereka. Bertumbuh dan menjadi pribadi yang lebih baik adalah langkah yang patut diusahakan. Apapun hasil yang kelak akan didapat, yang penting sudah diusahakan.

Lain hal nya dengan Rachel yang dengan konteks berpacaran ini mengharuskan dirinya untuk putus dari pacarnya itu. Bukan berarti sudah tidak ada rasa, namun jika masih berpacaran saja sudah mampu melakukan hal itu, apa kabar nanti setelah menikah? Dilema besar pasti menimpanya. Bagaimana tidak, dengan masa lalu yang tidak menghadirkan kebahagiaan, dan berharap bisa bahagia dengan orang baru, namun ternyata yang terjadi bukan hal yang diinginkan. Di satu sisi mungkin Rachel mampu memaafkan dengan dalih hubungan dengan pacarnya itu sudah berlangsung lama. Namun dengan kondisi bahwa dia pernah cerai juga dengan kasus selingkuh, sudah pasti dia tidak akan pernah toleran terhadap hal itu. Selain itu, mana mungkin seorang perempuan mau mempercayakan dirinya pada orang yang tidak mampu menjaga hubungannya dengan baik, karena itu berarti laki laki tersebut tidak mampu membimbing nya untuk menjadi istri yang baik. Maka melupakan adalah jalan terbaik.

Dari dua sudut pandang tadi terkait dengan menikah adalah urusan hamba dengan Tuhannya. Perasaan mereka yang menjadi korban sudah pasti tidak baik, namun semua itu kembali pada situasi dan kebutuhannya masing masing. Mengapa satu kejadian memerlukan penanganan yang berbeda, karena situasi dan kondisi mereka berbeda. dan semua itu adalah tentang hati dan logika.

Tidak ada manusia sempurna di bumi ini. Wallahualam.

Senin, 07 Oktober 2024

Melihat Kehidupan

Saat ini di tahun ke 6 kuliah ku, aku telah beralih dari status mahasiswa menjadi pengangguran. Aku telah mendapatkan gelar sarjana ku secara un-official pada akhir bulan agustus lalu. Dan kini aku memikirkan masalah pekerjaan. Satu hal yang sudah pasti akan menjadi pikiran bagi setiap lulusan baru. Mungkin sebagai angkatan lama aku sudah  pernah merasakan bagaimana perasaan ketika dipertanyakan terkait kuliah ku yang tak kunjung selesai. Sedih dan perasaan ter diskriminasi selalu menghantui di dua tahun terakhir ku. Walau demikian nyatanya perasaan perasaan itu telah membawa diriku memandang jauh ke tempat yang berbeda. Berbagai nasihat dan obrolan penyemangat selalu menghiasi hari hari sulit itu, dan merubah cara ku berpikir. Dulu yang aku bayangkan bahwa hidup akan selalu template, sukses harus dapat banyak uang, dan bahagia itu bergelimang harta. Kini aku hanya melihat kehidupan sebagaimana aku mau memandang nya. Semua pencapaian yang telah diraih oleh orang lain, perayaan dalam kehidupan mereka yang dibagikan melalui media sosial nyatanya hanya satu dari sekian banyak kejadian di dalamnya. Katakanlah seseorang sukses karir mulus dan jodoh baik juga mapan, apalagi yang tak dimilikinya? orang tua nya begitu bangga pada anaknya. Aku setuju dengan itu, orang tua mana yang tidak bangga melihat anaknya tumbuh dan menjadi perempuan solehah juga sukses? tapi dibalik itu aku melihat beberapa postingan terkait luka dan kesedihan yang sempat ia like. Dalam benak ku berpikir bahwa dalam setiap kenikmatan yang dipamerkan di media, tak mungkin jalan mereka mulus untuk sampai disana, dan kalaupun mulus, mustahil dia mendapatkan banyak pelajaran dari kesuksesan nya. Maka mulai saat ini kekhawatiran ini berubah menjadi semangat ikhtiar yang membara dan dentum tawakal yang mengiringi. Bahwa dalam setiap jalan ma'ruf akan terbentang pertolongan Allah yang tidak pernah diketahui seperti apa bentuk dan rupa nya. Hanya keyakinan, rasa syukur, dan lapang dada yang akan menyadarkan kita pada kebahagiaan kebahagiaan kecil dan bentuk kesuksesan yang tepat bagi diri kita. Dan jangan tertipu dengan yang terlihat, kenyataan tidak akan pernah membohongi. 

Selasa, 10 September 2024

Rainy Season is Coming


Setelah lama tak menjumpai hari hari hujan, kini aku menyadari satu hal besar bahwa you are my rainy season. Banyak hari hari hujan yang telah kita lalui semasa SMA. Dan aku tau bahwa itu tidak mungkin terulang. Sepertinya aku tak pernah ada dalam hari hujan mu. 
Menemui hari hujan ini rasa bahagia tumbuh dalam diriku. Entah karena apa, tapi rasa bahagia dan penasaran dengan masa depan berjalan beriringan dengan hujan hujan bulan september. Kunantikan banyak hal baik akan datang bersama hujan. Dan semoga jika aku ditakdirkan dipertemukan kembali dengan mu suatu hari nanti, adalah kabar baik yang membersamai kita. Aku memang sudah tak berharap banyak dengan kebersamaan kita. Namun aku tak akan pernah menutup pintu itu. Terdengar sangat munafik, sepertinya aku belum sepenuhnya merelakanmu. Namun kenyataan bahwa selama ini hanya kamu yang memenuhi ruang kosong itu membuatku berulang kali berpikir apa sebenernya yang akan terjadi di masa depan dengan isi hati ku hari ini. 
Tapi untuk saat ini, akan kulalui hari hujan ini dengan diriku. Semua tentangku, tentang mimpi mimpiku, tentang betapa diriku menyayangiku, dan betapa aku mencintai hari hari hujan terlepas dari kenyataan bahwa kamu banyak menjadi pengisi kenangan hujan ku.

Selasa, 05 Maret 2024

what is everything means?



punya segalanya tak selalu menjadikan dirimu nyaman dengan kehidupan

punya segalanya tak pernah menjanjikan keindahan hidup didalamnya

punya semuanya tak menjadi ukuran akan menjadi apa dan siapa kamu di masa depan

punya semuanya tak akan menjamin kasih sayang siapa yang akan datang kepadamu saat ini dan hari hari yang akan datang

aku tak pernah punya segalanya, tapi aku tak pernah mau punya segalanya, karena pada akhirnya segalanya hanya akan membuat kepalamu berpikir bahwa dunia ini harusnya sempurna untuk orang yang hidup dengan segalanya

pada akhirnya kita hanya akan kecewa ketika apa yang kita anggap sebagai segalanya tak bisa menutupi celah celah kekurangan yang datang silih berganti

punya segalanya adalah jalan untuk mengundang kekecewaan 

dan aku tau ketika aku tak ingin punya segalanya karena alasan tak ingin kecewa, aku harusnya tidak pernah kecewa karena tak memiliki segalanya yang ada padamu

aku hanyalah diriku kini. kata segalanya yang sempat aku taruh padamu mungkin akan tetap menjadi segalanya

namun kini aku sudah tak lagi menginginkannya.

Senin, 04 Maret 2024

THE END OF 10 YEARS



malam itu langit tertutup awan, bintang tak mau muncul, dan percakapan sunyi dimulai.
ketika semua orang tengah terlelap, bulan mengirimkan pesan singkatnya sinyal ia akan menemui ku malam ini. rasa bahagia mulai menyelimuti tubuh.
kemudian bulan datang, mengulurkan tangan nya dan membawa ku bersamanya. terbang bersama mengelilingi malam. memandang jutaan lampu di bumi yang terlihat seperti pemandangan langit berbintang dari bumi. 
kami saling menatap, dan tersenyum satu sama lain. kemudian ia menghadapkan tubuhnya tepat didepan ku, lantas memeluk ku dan berbisik 'kamu sudah ada di tempat yang tepat, kamu sudah menghadapi kenyataan besar itu, kamu sudah lulus dari penantian lama itu, kamu sudah bersabar dengan rasa sakit itu. dan kini saatnya kamu melanjutkan kehidupan mu. bahagiakan dirimu, jangan lagi melihat ke belakang'
entah dari mana kemudian dia menyodorkan segelas coklat hangat, tanpa pikir panjang lalu aku meminumnya.
malam ini, rasa bahagia ini akan aku kenang selamanya. bagaimana akhir dari penantian panjang, menunggu jawaban yang sangat memusingkan. namun kini telah berakhir dengan amat indah.
kami duduk berdua di atas awan sambil menikmati malam.
terimakasih bulan, sudah menyampaikan pesan yang sangat indah dengan cara yang paling indah.
malam ini aku adalah perempuan yang paling bahagia di dunia.

Being an admirer is weird

Pernahkah tepikir sebenarnya apa sih yang harus dilakukan saat menyadari kalo kita sedang menyukai seseorang? apa aturannya? apa yang boleh ...