Aku sudah menyukai seseorang bahkan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Bagaimana akhirnya seorang anak usia 12 tahun akhirnya mendefinisikan rasa suka itu sebagai perasaan luar biasa yang kita sebut cinta. Padahal kalau diingat lagi, apa yang terjadi pada saat itu tidak sedikit pun mendekati kata cinta. Lalu berlanjut ke masa smp, dan yap aku menemukan lagi bukan hanya satu tapi beberapa orang untuk dikagumi. Memasuki dunia yang lebih luas, aku menemukan banyak orang yang luar biasa dan cukup mengagumkan. Hal yang sama terus terjadi hingga masa sma berakhir. Dan selama itu aku cukup yakin dengan seseorang yang kukira ini lebih dari sekedar mengagumi. Banyak perasaan perasaan yang meyakinkan pada saat itu, banyak dilema yang masih bertahan bahkan hingga saat ini. Namun ternyata usia lah yang akhirnya berbicara. Semua itu hanya ilusi. Perasaan suka yang membuat kita merasa ingin memiliki, merasa akan bisa bersama, rindu, gundah, kalut, dan banyak perasaan dilema lainnya yang cukup menguras energi itu tidak lain hanya efek yang ditimbulka ketika kita cukup mengagumi seseorang. Karena akhirnya aku sadar bahwa hal itu tidak hanya terjadi pada orang yang ada didekat kita, tapi juga pada orang orang yang memang sudah jelas bahwa pertemuan antara dua pihak ini sungguh sangat mustahil. Aku menyadari bahwa rasa suka dan kagum itu harusnya tidak dibuat pusing, tapi cukup dinikmati. Rasakanlah semua hal yang akan membuatmu bahagia dan menikmati hari, lalu buanglah semua rasa risau dan segala efek buruknya.
Sejauh ini itu yang kurasakan. Berusaha menjadi lebih berarti adalah pilihan yang baik. Jangan buang percuma hidup ini dengan mengeluhkan banyak hal diluar sana yang tak mungkin menghampiri kita. Apa yang ada di depan kita hari ini adalah kita sekarang. And please don't be weird again, cause you finally know that you can chose a better way of life.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar