Tak pernah sekalipun ter bersit dalam bayangan ku tentang apa yang datang padaku saat ini. dulu dunia terasa lebih manis dari permen, dan bayangan ku hanya mengantarkan pada mimpi mimpi indah dan membuatku melayangkan harapan harapan tinggi pada dunia ku.
hingga tiba pada perasaan serakah dan lantas tak mau semua ini usai, tak mau kehilangan dan terbuang. aku masih merasa hal ini benar adanya dan cukup layak aku dapatkan.
dan perlahan semuanya sampai pada titik rapuh dan satu persatu kepingan mimpi indah itu berjatuhan. meninggalkan isak tangis dan kekecewaan. hingga sampai pada keping terakhirnya yang cukup tegar bertahan untuk terus membangun harapan baru karena masih tak percaya dengan kenyataan, karena merasa harapan ini masih layak untuk diperjuangkan, karena masih ada jalan untuk ku memimpikan hal yang aku kira cukup wajar untuk didapatkan.
namun nyatanya dunia tak sebaik itu berbagi kebahagiaan dengan mudahnya. melambungkan mimpi indah setinggi tingginya kini tak lagi menjadikannya tegar. pada saat yang sama kepingan terakhir mimpi itu tetap jatuh dengan kekecewaan mendalam dan trauma kepercayaan.
persetan dengan cinta. mereka tak pernah benar benar ada. dunia ini hanyalah danau tertutup kabut. membutakan semua mata dalam perahu, lantas mereka bertabrakan dan saling menyalahkan, atau bahkan mereka hanya meraba air tanpa tau kemana sebenarnya ia berlayar.
tak akan lagi aku merasa kehilangan, karena semua harapan sudah habis, dan aku tak pernah mau berharap hal yang sama datang kembali. dunia tak akan berhenti bila lantas aku menghilang darinya.
.jpg)

