Selasa, 29 November 2022

Lose

 

Tak pernah sekalipun ter bersit dalam bayangan ku tentang apa yang datang padaku saat ini. dulu dunia terasa lebih manis dari permen, dan bayangan ku hanya mengantarkan pada mimpi mimpi indah dan membuatku melayangkan harapan harapan tinggi pada dunia ku. 

hingga tiba pada perasaan serakah dan lantas tak mau semua ini usai, tak mau kehilangan dan terbuang. aku masih merasa hal ini benar adanya dan cukup layak aku dapatkan. 

dan perlahan semuanya sampai pada titik rapuh dan satu persatu kepingan mimpi indah itu berjatuhan. meninggalkan isak tangis dan kekecewaan. hingga sampai pada keping terakhirnya yang cukup tegar bertahan untuk terus membangun harapan baru karena masih tak percaya dengan kenyataan, karena merasa harapan ini masih layak untuk diperjuangkan, karena masih ada jalan untuk ku memimpikan hal yang aku kira cukup wajar untuk didapatkan.

namun nyatanya dunia tak sebaik itu berbagi kebahagiaan dengan mudahnya. melambungkan mimpi indah setinggi tingginya kini tak lagi menjadikannya tegar. pada saat yang sama kepingan terakhir mimpi itu tetap jatuh dengan kekecewaan mendalam dan trauma kepercayaan.

mempercayai apa yang tak pasti harusnya tak aku perjuangkan  setulus hati, karena mulut yang bahkan tak pernah melayangkan sapa itu tak akan pernah mau menghadapkan wajahnya pada aku yang bukan apa apa, bukan pula siapa siapa. hanya pemalas yang kerap berdalih untuk menyelamatkan dirinya dari rasa tidak nyaman yang menghampiri, hanya sampah yang terus mengeluh dengan pekerjaan tak seberapa, hanya orang yang terus kecewa pada diri sendiri karena gagal mempertahankan keping terakhir yang ia bangun.

persetan dengan cinta. mereka tak pernah benar benar ada. dunia ini hanyalah danau tertutup kabut. membutakan semua mata dalam perahu, lantas mereka bertabrakan dan saling menyalahkan, atau bahkan mereka hanya meraba air tanpa tau kemana sebenarnya ia berlayar.

tak akan lagi aku merasa kehilangan, karena semua harapan sudah habis, dan aku tak pernah mau berharap hal yang sama datang kembali. dunia tak akan berhenti bila lantas aku menghilang darinya. 

Senin, 14 November 2022

Last Scene



Sebetulnya aku sudah terlalu lelah dengan diriku sendiri yang sampai saat ini masih tak mau terima kenyataan dan lagi lagi mencari pembenaran atas perasaan yang mungkin kini lebih baik ku anggap sampah.

Aku masih tak mengerti dengan cerita tak berujung ini, tak seucap katapun mengalir dan memastikan apa yang sebetulnya sedang terjadi.

Awal cerita ini memang tak begitu indah, begitupun dengan akhirnya. Agak tidak tau diri rasanya kalau aku harus bertanya ini salah siapa? Karena tentu dan sudah jelas aku yang memulai dan ini salahku.

Sejak awal memang tak pernah ada sapa yang benar antara kita, tak ada alur cerita indah untuk kita, tak ada pintu terbuka di ujung jalan sana. Aku hanya mengetuk pintu rumah kosong selama 10 tahun ini.

Entah bagaimana aku harus mengakhiri semua ini, aku tak pernah merasakan apa yang ingin aku mulai. Aku sama sekali tidak mengerti ketika ceeita ini harusnya sudah selesai.

Aku tak lagi suka dengan tingkahku yang semakin menjengkelkan ketika aku menjadi orang paling tidak becus untuk hidup.

Aku tak mau melakukan kesalahan yang sama dan ku pegang janji kita untuk tak menjadi pendosa karena tak lagi saling sapa. Dan selalu aku coba untuk tak melakukan itu. Selalu ku tunggu kabar bahagia darimu agar aku tak usah terus berdiri di depan pintu tanpa kepastian.

Namun mungkin sekarang kamu sudah tidak peduli dengan apa yang aku tunggu, dengan apa yang dijanjikan, dengan apa yang kamu inginkan, dan apa yang kita kira akan menjadi hal baik untuk kita.

Dan apa yang terjadi saat ini adalah aku kecewa karena ternyata menjadi orang paling menerima kenyataan pun tak menjadikan aku lebih baik di depanmu.

Karena mungkin apa yang kamu inginkan bukan itu, mungkin janji itu hanya sebuah cangkang yang akan melindungi reputasi mu, tanpa peduli dengan perasaanku yang menunggu selama itu hanya untuk mendengar sapa dan tanya kabarku.

Aku sama sekali tak mengerti apa pikirmu selama ini membiarkan semua ini terjadi.

Aku memang tak pandai, bahkan tak cantik, apalagi bergelimang harta. Aku sama sekali tak punya apapun. Bahkan punya hati yang mau setia menantipun sepertinya aku tetap tak bermodal untuk menjadi seseorang di hidupmu.

Jadi sekarang aku hanya bisa berharap agar waktu bisa membuat aku berangsur membaik, melupakan semuanya, dan memaafkan segalanya. 

Walau aku tau itu pasti akan sangat lama. 

Dan di akhir episode ini aku hanya ingin kamu tau bahwa selama 10 tahun ini mungkin aku lebih banyak sakit hati ketimbang bersyukur. Dan aku tau aku sangat berdosa karena telah menjadikanmu sebagai penjahat sementara kau tak melakukan apapun.

Ribuan kata maaf terucap dari ku. Dan aku sudah mulai bosan meminta apa yang tak pernah diberikan.

Karena nyatanya aku masih bagini...

Selasa, 06 September 2022

So Sick

orang kalo nanya lagi sibuk apa sih sekarang?

lagi sibuk nyari cara supaya ga ngomong kasar lagi sama diri sendiri haha

kalo mau nyari solusinya disini aku bilang paling depan gaada solusi disini karena saya ga punya kualidfikasi buat menyampaikan solusi haha

yang jelas udah lama banget aku sering kepikiran banyak hal aneh dan mulai ngomong kasar sama diri sendiri karena merasa kalo itu bisa ngerubah diri aku jadi lebih baik. tapi ternyata sampe sekarang juga engga tuh. aku masi gini gini aja dan malah makin sering ngata ngatain diri sendiri make kata kata yang sudah pasti bakal nyakitin diri sendiri. misalnya aku sering banget kepikiran kalo aku itu ornag ga berguna dan selalu salah dimata orang. and its make me so sick. dan itu tuh ga sadar tiba tiba mikir dan bilang gitu.

dulu sempet ga percaya emang ada ya orang yang bisa se ruwet itu pikirannya sampe ga bisa tidur terus sakit dan sebagainya. mungkin itu balik lagi sama orang nya ya, tapi kalo buat kau mungkin jalan terbaiknya ada di tidur. aku ga suka ketemu orang lama lama, banyak banyak, karena cape. tapi aku harus ngelakuin itu karena rasanya udah jadi tuntutan aku. disclimer ini bukan tentang pekerjaan. soalnya aku belum kerja dan kegiatan saat ini terbilang bukan yang memakan waktu lama jadi aku fine dengan itu.

aku punya merasa perlu nemenin orang lain, itu bisa bikin aku lega.

ternyata aku ga sesehat itu, untuk bisa nemenin, dengerin, dan nyariin solusi buat orang lain. ternyata kau sendiri pun masih sakit dengan keadaan aku sekarang yang mulai kebiasaan rendah diri. dan parahnya lagi aku nyaman dengan itu. padahal aku sangat tau kalo itu ga boleh dan bahaya buat mental health aku. 

aku cuma punya pikiran kalo saat ini belum ada orang yang bisa meminjamkan telinganya untuk aku. dan kalopun sampe akhir nanti ternyata ga akan ada juga, aku cuma pengen semoga aku tetep bisa bertahan dengan semua ini.

Being an admirer is weird

Pernahkah tepikir sebenarnya apa sih yang harus dilakukan saat menyadari kalo kita sedang menyukai seseorang? apa aturannya? apa yang boleh ...