Senin, 20 April 2020

Setahun Tak Bersua


Tepat satu tahun lalu, aku telah memutuskan memberanikan diri untuk mempertanyakan kepastianmu. Mungkin serasa terlalu cepat, namun bagiku yang telah menunggu selama 7 tahun ini semua terasa lama. Butuh waktu yang lama ternyata untuk akhirnya sampai pada saat aku bisa bertanya kabarmu tanpa alasan. Tahapan demi tahapan telah aku lalui hingga aku merasa pantas menanyakan kepastian itu.

Tapi ternyata saat itu juga belum tepat. Tahapan yang harus aku lalui ternyata memang belum selesai. Aku tak akan anggap semua yang telah terjadi sebagai kekecewaan ataupun penyesalan. Aku hanya ingin terus bersabar dengan tetap setia melewati semua yang Allah rencanakan. Bagaimanapun, seperti apapun jalannya, aku tetap ingin bersabar dan terus melalui ini semua. Walau aku sempat mengeluh kesakitan, aku tak akan peduli lagi. Bukan karena aku ingin tersakiti, namun sepertinya saat itu aku masih butuh pelajaran hidup yang membuatku bisa mengerti dengan keadaan bahwa semua ini belum selesai, semua ini belum berakhir. Aku masih ingin berjuang dengan kesabaranku.

Jika kau tanya mengapa kau orangnya, aku pun telah menanyakan hal yang sama berulang kali. Aku telah melewati rasa ini sangat lama, aku sadar sejak awal aku memang hanya menyukaimu, tak pernah lebih. Tapi seiring hari berlalu, rasa sayang mulai tumbuh, meskipun kau tak  pernah menyapaku, tak pernah sampaikan ucapmu, begitu pula diriku, hanya dapat membisu melihatmu dari kejauhan. Tapi rasa itu tak pernah berhenti tumbuh. Meskipun kerap kali aku tersadarkan dengan kenyataan yang selalu membuat dadaku sesak, rasa ini terus tumbuh, percaya ini tak berhenti. Aku tak ingin salah sangka lagi, hingga mencoba segala hal untuk menghilangkan rasa itu. namun setelah berkali-kali mencoba berhenti, itu tak pernah berhasil. Dan saat ini aku malah semakin yakin dengan rasa ini. Aku tak akan mencegahnya lagi. Aku akan biarkan saja rasa ini tubuh. Aku sangat percaya kau memang takdirku.

Jikalau ternyata takdir harus memisahkan kita, aku tetap akan melanjutkan sabarku.  Merayu Sang Pemilik Hati sebisaku. Karena aku tak mau menyesal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Being an admirer is weird

Pernahkah tepikir sebenarnya apa sih yang harus dilakukan saat menyadari kalo kita sedang menyukai seseorang? apa aturannya? apa yang boleh ...