Aku masih tak mengerti dengan cerita tak berujung ini, tak seucap katapun mengalir dan memastikan apa yang sebetulnya sedang terjadi.
Awal cerita ini memang tak begitu indah, begitupun dengan akhirnya. Agak tidak tau diri rasanya kalau aku harus bertanya ini salah siapa? Karena tentu dan sudah jelas aku yang memulai dan ini salahku.
Sejak awal memang tak pernah ada sapa yang benar antara kita, tak ada alur cerita indah untuk kita, tak ada pintu terbuka di ujung jalan sana. Aku hanya mengetuk pintu rumah kosong selama 10 tahun ini.
Entah bagaimana aku harus mengakhiri semua ini, aku tak pernah merasakan apa yang ingin aku mulai. Aku sama sekali tidak mengerti ketika ceeita ini harusnya sudah selesai.
Aku tak lagi suka dengan tingkahku yang semakin menjengkelkan ketika aku menjadi orang paling tidak becus untuk hidup.
Aku tak mau melakukan kesalahan yang sama dan ku pegang janji kita untuk tak menjadi pendosa karena tak lagi saling sapa. Dan selalu aku coba untuk tak melakukan itu. Selalu ku tunggu kabar bahagia darimu agar aku tak usah terus berdiri di depan pintu tanpa kepastian.
Namun mungkin sekarang kamu sudah tidak peduli dengan apa yang aku tunggu, dengan apa yang dijanjikan, dengan apa yang kamu inginkan, dan apa yang kita kira akan menjadi hal baik untuk kita.
Dan apa yang terjadi saat ini adalah aku kecewa karena ternyata menjadi orang paling menerima kenyataan pun tak menjadikan aku lebih baik di depanmu.
Karena mungkin apa yang kamu inginkan bukan itu, mungkin janji itu hanya sebuah cangkang yang akan melindungi reputasi mu, tanpa peduli dengan perasaanku yang menunggu selama itu hanya untuk mendengar sapa dan tanya kabarku.
Aku sama sekali tak mengerti apa pikirmu selama ini membiarkan semua ini terjadi.
Aku memang tak pandai, bahkan tak cantik, apalagi bergelimang harta. Aku sama sekali tak punya apapun. Bahkan punya hati yang mau setia menantipun sepertinya aku tetap tak bermodal untuk menjadi seseorang di hidupmu.
Jadi sekarang aku hanya bisa berharap agar waktu bisa membuat aku berangsur membaik, melupakan semuanya, dan memaafkan segalanya.
Walau aku tau itu pasti akan sangat lama.
Dan di akhir episode ini aku hanya ingin kamu tau bahwa selama 10 tahun ini mungkin aku lebih banyak sakit hati ketimbang bersyukur. Dan aku tau aku sangat berdosa karena telah menjadikanmu sebagai penjahat sementara kau tak melakukan apapun.
Ribuan kata maaf terucap dari ku. Dan aku sudah mulai bosan meminta apa yang tak pernah diberikan.
Karena nyatanya aku masih bagini...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar