Minggu, 13 Oktober 2019

Buah Sabar

Pada jaman dahulu… cyaelah ga selama itu juga sih. Sekitar 14 tahun yang lalu telah dipertemukan seorang laki-laki dan perempuan dalam sebuah sekolah SMA yang sama. Nama SMA nya rahasia ya hehe.. mereka tidak pernah satu kelas. Yaiya lah orang beda satu tahun. Dekat atau tidak, mereka hanya berteman. Sejauh apa hubungan mereka, sangan dangkal hanya sebatas teman. Hingga dunia baru menyatukan mereka. Kebetulan Allah takdirkan mereka menimba ilmu dikampus yang sama. Karena berasal dari almamater SMA yang sama, akhirnya mereka dipertemukan dalam forum mahasiswa dari daerah yang sama. Begitulah kiranya mereka bisa mengenal lebih dalam.

Layaknya manusia normal yang lain, kedua insan ini ternyata saling memberikan kasih sayangnya sebagai teman yang mesra dalam membantu mengerjakan tugas. Begitu kiranya kisah kencan pasangan mahasiswa, tak akan jauh dari kata tugas. Apalagi mengingat keduanya berkuliah di kampus ternama dan amat bergengsi. Itu tuh si gajah duduk. Wkwk
Meskipun berbeda jurusan, ternyata tak menghentikan langkah mereka untuk bertemu dan menugas.

Tahun ke-4 pun dimulai. Langkah mereka mulai jauh dan makin menjauh ketika sang lelaki telah menyadari bahwa hubungan mereka selama ini tidak direstui Allah. Ia merasa bahwa jika ingin memuliakan wanita maka hendaknya ia menikahinya. Maka mulai saat itu putuslah hubungan mereka sebagai kekasih.
Tapi tidak dengan pertemanan. Keduanya masih saling membantu tugas, bahkan saling menghadiri wisudaan.
Dua tahun berlalu setelah kelulusan mereka.

Sempat bekerja dibeberapa perusahaan. Tapi mungkin jodoh mereka bukan disana, sehingga salah satu dari mereka berhenti dari pekerjaannya. Sang lelaki merelakan gaji 50 juta perbulan hanya karena jam kerjanya menabrak waktu solat.

Sama halnya dengan sang lelaki, sang wanita pun berhenti dari pekerjaannya, tapi entah apa alasan jelasnya. Lalu ia mendapatkan pekerjaan baru di kantor yang lebih besar dalam waktu yang singkat. Wow

Lain halnya dengan sang lelaki. Tiga tahun ia menjalani kehidupannya dengan mengajar bimbel di rumahnya. Menurutmu apa pandangan orang tentang seorang sarjana lulusan universitas ternama yang menganggur karena merelakan pekerjaan yang menyita waktu solat.

Kesabaran tiasa henti dijalani. Hingga menemukan cahaya dari jalan yang telah Allah rencanakan.

Dia beranikan diri untuk meminang orang yang telah ia cintai sejak dulu. Walau masih dalam status yang belum mapan. Sebagai laki-laki, apakah kau akan merasa malu karena istrimu bekerja di perusahaan besar sedangkan kau hanya guru bimbel? Apa kata mertuamu nanti?

Tidak begitu cara sang lelaki memandangnya. Ia hanya meyakini jika kita memilih jalan yang Allah ridhoi, maka Allah akan berikan segala fasilitas yang dibutuhkan untuk menempuh jalan itu.

Ternyata selama ini dia mengajar bimbel adalah untuk mengingat kembali materi untuk tes cpns. Tanpa les, bahkan dia dibayar sambil belajar. Sungguh cemerlang bukan?

Tahun pertama mungkin bukan rejekinya, tapi dia tetap gigih dan mencobanya di tahun kedua. Dengan berbekal doa orang tua dan istri Alhamdulillah dia diterima menjadi seorang PNS dan saat ini ia bekerja di kantor yang tepat bersebrangan dengan kantor istrinya bekerja.

Ketika Allah telah menguji ego kita, sadarkah kau bahwa Allah akan menggantinya suatu hari nanti? Akan Allah berikan semua yang lebih dari apa yang kita relakan. Allah sangat mencintai orang yang memprioritaskan-Nya, bukan memprioritaskan ego sendiri. Kita tak harus menjadi sempurna di mata manusia. Karena sekeras apapun kita berusaha, kita tak akan pernah menjadi sempuna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Being an admirer is weird

Pernahkah tepikir sebenarnya apa sih yang harus dilakukan saat menyadari kalo kita sedang menyukai seseorang? apa aturannya? apa yang boleh ...