Saat itu aku telah memberanikan diri, tepat saat malam setelah berlangsungnya pemilu 20 April 2019.
Dalam chat itu aku memberi salam dan bertanya kabarmu. Kemudian aku meminta maaf, karena aku akan menyampaikan hal yang menurutku sangat lancang. Selama 7 tahun ini aku telah menyimpan untuk memastikannya. Walau mungkin secara kasa kau sudah sangat tau dengan berbagai perlauan mencolokku padamu.
Setelah meminta maaf, kemudian aku menyampaikan maksudku. aku bilang bahwa selama mengenalmu aku telah memiliki perasaan itu padamu.
Tertera centang dua berwarna biru yang artinya kau sedang membaca pesanu itu. Kemudian sampailah pada saat kau mengetik balasan pesanku. Begitu pesan itu terkirim, aku membaca dengan seksama dan di awal balasan itu tertera kata "maaf".
Aku sudah sangat mengerti dengan perasaan mu itu. Dan ku kubur dalam dalam jawabanmu itu. kemudian menyuruhmu untuk melupakan pesanku sebelumnya.
Taukah kamu, sejak dulu disamping memikirkan seluruh kebahagiaan bersamamu, aku selalu membayangkan segala kemungkinan buruk yang mungkin akan menimpa kita.
Aku merasa bahwa sebanyak apapun aku memintamu untuk menemani hidupku, jika bukan karena izin Yang Maha Kuasa, kita tetap tak akan dipersatukan.
Demi mencegah seluruh kemungkinan buruk itu, aku selalu berusaha menahan perasaan dan mencoba tak menunjukkan nya dengan jelas. walau akhinya semua orang tau itu.
Tapi mungkin manusia tetaplah manusia, aku tak tahan lagi dengan jarak yang semakin menjauhkan kita. yang lantas membuatku berani berucap hal yang membuatmu meminta maaf.
Selepas semua kejadian itu, aku tak pernah mau menjauhimu. aku malah merasa bahwa kau saat in telah mengakuiku dengan baik, walau sebagai saudara. bertanya kabar adalah hal yang selalu aku lakukan walau kau telah meminta maaf atas hatimu itu.
JUJUR, AKU MASIH SANGAT MENCINTAIMU
Walau berbaga sikap penentanganmu semakin terlihat jelas.
Aku tau mungkin aku bukanlah orang yang pantas untukmu, aku bahkan sangat jauh dari levelmu.
Tapi aku tetap ingin mencoba sampai titik darah penghabisan, sampai takdir sudah tak dapat di ubah lagi, aku akan menyerah, aku akan merelakanmu, aku akan menutup ruang itu dan tetap mengosongkannya untukmu. Karena sampai saat ini orang yang bisa aku cintai berulang kali, hanya kau.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar