Minggu, 15 Oktober 2023

Perjalanan: Memaknai Kehidupan



Pada saat ini, aku sedang dihadapkan pada banyak situasi yang sangat kontras. Banyak kondisi yang harus dipilih sebagai bagian dari rangkaian perjalanan. Mestinya lebih mudah memilihnya karena semakin sini semakin jelas perbedaannya. Namun ternyata justru itulah yang membuat keputusannya semakin sulit. Aku kemudian dihadapkan pada hal hal yang selama ini aku genggam. Benar saja bahwa setiap orang akan diuji dengan apa yang mereka cintai, entah itu keluarga, sahabat, harta, bahkan jabatan. Semula kau tidak pernah berpikir bahwa apa yang aku cintai akan di uji, dan ketika ayah dijemput lebih dulu, kemudian aku mulai merenung. Namun dengan kepergian ayah yang selama ini menderita sakit, aku bersyukur karena Allah sudah meridhoi ayah untuk pulang, karena sakit yang ayah rasakan kini telah berhenti. Walau terasa sulit, namun dengan percaya pada takdir terbaik yang Allah berikan semua akan terasa lebih lapang.
Dari kepergian ayah kemudian aku merasakan banyak hal baru berdatangan, banyak perasaan ingin semakin mendekat pada Allah, ingin bertemu lagi nanti, ingin berkumpul bersama lagi dengan orang orang terkasih. Dan kini ingin ku hanya satu, membanggakan mereka nanti. Allah mungkin mengambil ayah lebih dulu agar kemudian aku sadar bahwa aku harus membanggakan nya nanti di akhirat. Mengingatkan aku bahwa ada yang lebih penting dari semua hal yang aku kejar dan inginkan saat ini. Dan aku bersyukur atas hal itu. Aku berterimakasih pada ibu, karena aku percaya ibu lah yang selalu mendoakan kami anaknya untuk menjadi orang shalih. Aku pun kemudian merasakan bahwa semakin hari aku semakin mampu membedakan hal hal yang mendukung dan tidak pada hal yang aku cita citakan. Hal yang sama ternyata terjadi di dunia pertemanan ku.
Genggam lah tangan sahabatmu yang mengingatkan pada kebaikan, sungguh ia sangat berharga, karena bilamana kelak kau tidak ada di sampingnya, maka dia akan mencarimu dan bersaksi atas persahabatan kalian. Maka hal itu pula yang aku inginkan. Karena aku pun tak bisa menjamin bahwa kelak aku yang akan berada di surga. Maka hendaknya mempersiapkan segala macam cara dan jalan untuk memperbesar kemungkinan itu.
Karena jaminannya adalah surga, maka hal itu tentu saja tak mudah untuk dilakukan. Memilih untuk berteman dengan orang orang yang shalih bukan perkara mudah, apalagi mereka adalah orang yang berbeda dengan teman saat ini. Berat rasanya untuk meninggalkannya, namun hati pun terus merasa janggal dan tak nyaman dengan keadaan itu. Maka inilah ujian nya. Maka inilah jalan yang dijanjikan bahwa manusia akan diuji dengan apa yang ia cintai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Being an admirer is weird

Pernahkah tepikir sebenarnya apa sih yang harus dilakukan saat menyadari kalo kita sedang menyukai seseorang? apa aturannya? apa yang boleh ...