Minggu, 07 Januari 2024

Selesai Part 1


sejak sekitar 3 bulan lalu aku sudah mulai memutuskan untuk mempersiapkan segala hal tentang pernikahan khusus nya ilmu. banyak buku yang aku baca, artikel, serta kajian kajian yang aku ikuti semata mata untuk mempersiapkannya. beberapa kelas pranikah juga aku ikuti, walau tak sedikit yang mandet ditengah jalan karena mulai merasa bosan. tak jarang aku ajak teman temanku untuk membicarakan hal serupa  dalam setiap kesempatan, dan itu juga yang ternyata dirasakan oleh teman temanku.
bisa dibilang kami terlambat memulai persiapan, karena kami terlalu fokus menikmati masa masa bermain kami. disaat kami masih memikirkan spot terbaik untuk liburan, teman yang lain sudah berburu gedung untuk pesta. ini sangat mendadak disadari. dari situlah kami mulai sadar dan serius dengan hal ini.
ada satu buku yang sangat membuka pikiranku tentang persiapan menikah. judulnya 'selesai dengan diri sendiri'. awalnya kubeli buku ini bukan karena buku ini membahas pernikahan melainkan karena buku ini membahas mengenai karir menulis. mengenai bagaimana menerima kehidupan dan takdir. itu yang membuatku tertarik untuk membacaya. namun tanpa disarari ternyata akhir buku ini merujuk pada satu hal yang sedang aku dalami saat ini. 
saat ini aku masih belum menyelesaikan bukunya untuk satu bab terakhir. agak berat rasanya. 
sampai lah aku pada kesimpulan bahwa bab akhir ini tak sanggup aku buka karena kau belum menerima diriku seutuhnya, aku belum selesai dengan diriku. dan itu juga yang rasanya akan menjauhkan ku dari pernikahan. bukannya semakin siap menikah, aku malah semakin tidak siap setelah mengetahui banyak hal, setelah merenungkan banyak hal yang kiranya akan terjadi setelah menikah.
masalah terbesar yang aku alami saat ini adalah enggannya aku membawa orang lain pada kehidupanku dan seluruh masalah yang ada didalamnya. aku belum berpikir tentang pasangan, dalam jangkauan pertemanan pun aku lebih memilih untuk berbohong tentang kondisiku dibanding harus jujur dengan masalah yang kuhadapi.
bukannya tak mau bercerita, aku sempat bercerita pada temanku, penerimaan mereka bagus, saran mereka bagus, tapi rasanya tetap aneh. aku tetapp merasa terpuruk dengan keadaanku sehingga berpikir bahwa bercerita tak mengurangi bebanku.
dan dalam perjalanan menuju selesai ini aku ingin tau apakah aku bisa benar benar bisa mencapai kata selesai?

Kamis, 28 Desember 2023

mimpi musim semi


aku pernah ada dimasa aku mengenal sebuah hubungan ringan yang indah dan menyenangkan. tapi aku tak pernah mengalaminya. aku hanya mengenalnya. pemandangan ringan itu indah karena ada dunia baru yang hanya akan menjadi milik mereka yang sedang bersama. 

dulu aku berpikir aku belum mengalaminya karena aku masih terlalu muda untuk merasakannya. walaupun kurasa aku memang telah memulai lebih dulu bahkan dari temanku yang lain. aku lebih dulu merasakan keinginan untuk berada dalam dunia itu. seiring berjalan waktu pun aku masih menahan diri untuk tak terburu buru.

aku selalu menunggu. terus menunggu waktu yang tepat untuk menghadirkan seseorang yang akan aku ajak ke dunia itu. merasakan hubungan ringan yang hanya ada bahagia didalamnya.

waktu terus berlalu. dan berlalu. hingga akhirnya aku sadar mungkin aku memang tidak akan mengalaminya. usia ku sudah terlalu tua untuk merasakan nya. ini sudah bukan masa ku untuk membuat dunia ringan itu menjadi milikku. dunia yang ku tunggu telah terbang bersama angin musim semi.

kini aku hanya bisa melihat kebelakang. kenyataan bahwa yang ku nantikan tak datang padaku meninggalkan sedikit lamunan yang masih menghiasi bayang bayang mimpi. walau tak pernah berlangsung lama, mimpi indah yang hanya mimpi itu tetap membuatku merasa berada disana. 

kini kenyataan sudah menanti. kenyataan bahwa aku tak bisa meninggalkan musim semi dengan mimpiku. kenyataan bahwa aku harus membuat dunia baru untuk diterbangkan di musim yang lain.

Selasa, 07 November 2023

Decluttering


Decluttering. ada yang familiar sama kata ini? atau malah baru denger? kalo baru denger yuk kita bahas. ini cukup menarik untuk dibahas ternyata. Decluttering adalah kegiatan menyortir barang barang yang dimiliki dengan tujuan untuk merapikan rumah dan memberikan ruang yang cukup untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan nyaman.
Sadar atau tidak seiring dengan bertambahnya waktu dan perkembangan zaman, barang di rumah kita semakin menumpuk. entah itu pakaian, alat elektronik, perkakas rumah tangga, perkakas dapur dan masih banyak kategori lain yang melengkapi isi rumah kita. namun pertambahannya tidak diimbangi dengan pengurangan, sehingga kondisi rumah semakin tidak terkendali. barang barang semakin berantakan karena tempat penyimpanan nya mulai habis, dan ketika ditambah tempat penyimpanan, ruangan malah menjadi semakin smepit dan membatasi kegiatan sehari-hari. maka dari itulah kita sangat membutuhkan decluttering. 
Bagaimana caranya? nah decluttering ini bisa dilakukan dengan menyisihkan waktu satu hari saja dalam tiga atau empat bulan untuk berbenah. hal ini dilakukan karena penyortiran barang cukup menguras waktu, apalagi dengan kondisi rumah yang sudah penuh. kemudian mulailah untuk menyortir dari ruangan yang lebih sering digunakan seperti ruang tamu, kamar, dan dapur. setelah itu kategorikan barang barang masa saja yang akan disimpan, dibuang, didonasikan, dan diperbaiki. bila ada barang yang belum bisa ditentukan apakah masih akan digunakan atau tidak, maka gunakan satu kategori lagi yang menampung barang maybe, barang tersebut bisa disimpan selama kurun waktu satu bulan untuk meyakinkan apakah barang itu masi digunakan atau tidak. jika lebih dari satu bulan tidak digunakan, maka barang tersebut siap untuk dibuang.
Nah ternyata decluttering ini tidak hanya sekedar menyortir barang loh, tapi juga menyortir barang barang dengan kenangan yang tentunya memiliki nilai lebih dari hanya sekedar barang. misalnya seperti kado atau pernak pernik sourvenir yang dibeli hanya karena indah dilihat, tapi nyatanya barang itu tidak pernah digunakan karena nilai guna nya yang sedikit atau bahkan tidak ada. maka dari itu kita juga harus belajar untuk merelakan beberapa kenangan itu. bukan berarti melupakannya, hanya saja mengikhlaskan hal yang tidak lagi bermanfaat untuk kita. dalam islam hal ini juga menjadi salah satu cara agar kita bisa meminimalisir hisab suatu barang. maka dari itu marilah kita memulai budaya decluttering. selain untuk meminimalisir hisab, mengurangi penumpukan barang, membuat rumah nyaman, ternyata decluttering juga bisa dijadikan ajang untuk berbagi kepada orang yag lebih membutuhkan. dan tanpa disadari kita juga akan lebih bersyukur dan menghargai barang barang yang kita miliki.

Rabu, 18 Oktober 2023

Perjalanan: Ingin Menikah

 

Aku ingin menikah...
Itu mungkin pikiran yang sering kali terlintas setiap melihat kemesraan sepasang suami istri yang baru saja menikah dan menikmati masa masa pengantin baru. Atau mungkin saat melihat sesosok laki-laki yang memenuhi kriteria suami idaman. Mudah untuk mengucapkannya, mudah membuat hati berdebar-debar. Indah rasanya membayangkan dunia pernikahan dimana kehidupan dijalani berdua. Apa-apa berdua, makan berdua, beberes berdua, main berdua, solat berdua, tidur berdua, eh. Yang jelas rasanya hidup akan jaaaauuuhhh lebih indah karena ada yang menemani.

Tapi ternyata pernikahan tidak bisa dilihat satu sisi. Banyak kenyataan lain yang sering kali tidak terungkap sebelum memasuki dunia pernikahan. Ini bukan sisi gelap pernikahan, tapi bagian lain yang sering dilupakan pasangan muda sehingga memicu permasalahan dalam pernikahan. Kadang pemikiran ini justru baru datang saat hari pernikahan sudah semakin mendekat. Akan banyak sekali ujian mental yang datang, dan salah satunya ini, ketakutan setelah menikah. Hal itu wajar dan harus dihadapi dengan berlapang dada, ikhlas dan penuh keyakinan. Kendati demikian hal itu harusnya tak menjadi masalah ketika semuanya sudah dipersiapkan dengan baik dan matang. Persiapan yang baik itu bukan yang sempurna, tapi berusaha untuk mengetahui peran masing masing sebagai pasutri, juga mau bertanggungjawab atas resiko yang telah diambil.

Umumnya seseorang menikah adalah dengan tujuan untuk mendapatkan keturunan, lalu bagaimana jika seseorang yang telah menikah tapi tidak mendapat keturunan. Apakah hal itu menjadikan tujuan pernikahan hilang dan mengancam ikatan pernikahan? Kemudian tujuan yang lain mungkin menikah adalah untuk mendapatkan teman hidup yang dapat diandalkan. Lalu bagaimana jika sepasang suami istri ternyata mendapati salah seorang diantara mereka tidak dapat memenuhi tujuan itu, apakah hal itu juga akan membuat pernikahannya tidak berlanjut?

Banyak pernikahan terancam dan mengalami perpisahan karena tidak kukuhnya tujuan untuk menikah. Tidak adanya kesepakatan visi misi yang menjadi pedoman perjalanan pernikahan. Maka pernikahan bukan hanya sekedar menyatukan dua orang, sekedar untuk mendapatkan keturunan, sekedar mempermudah kehidupan. Tapi lihatlah pernikahan dari kacamata agama. Sebagai sebuah ibadah yang tak akan ada ujung nya. Dan hal itu akan menjadikan pernikahan lebih kukuh, dengan tujuan mencari ridho Allah. 

Mengapa kemudian pernikahan merupakan penyempurnaan separuh agama? Karena didalamnya terdapat banyak hal, ujian dan amalan yang dapat membukakan pintu-pintu pahala. Beberapa orang menyebutkan bahwa pernikahan bukanlah penyelesai masalah, melainkan mencari masalah. Maka dari itu persiapannya pun bukan main main. Perlu persiapan mental, ilmu, dan fisik. Ketiganya harus seimbang sehingga seseorang dianggap siap menghadapi dunia pernikahan.

Berkaitan dengan hal itu pula, menurut ustadzah Siti Fatiyyah ada 4 pilar pernikahan yang harus menjadi perhatian bagi orang yang hendak menikah:

1. Ikhlas, mengapa menikah harus ikhlas? karena kita sedang menjalankan perintah Allah. Mengapa harus ikhlas untuk taat pada suami? karena taat pada suami itu bukan perintah suami, tapi perintah Allah. Mengapa harus ikhlas ketika mencari nafkah? karena mencari nafkah bukanlah tuntutan dari istri, melainkan perintah dari Allah. setiap dari kita yang akan menikah harus dipastikan telah memahami hak dan kewajibannya masing masing. sehingga kesalahpahaman dapat dengan mudah diminimalisir. Itulah mengapa persiapan ilmu sangat diperlukan.

2. Sabar, kalo ditanya sabar itu apa sih? yang seperti apa sih? bingung kan mau jawab apa. haha. Sabar adalah menerima dengan lapang dada setiap ketentuan yang telah Allah berikan, dihadapi dengan dingin hati dan dicari penyelesaiannya tanpa melibatkan emosi didalamnya. Sabar adalah hentakkan pertama ketika suatu hal terjadi. Sabar dalam rumah tangga terbagi menjadi tiga: a. sabar dalam menjalankan perintah Allah. b. sabar dalam menjauhi larangan Allah. c. sabar dalam menghadapi cobaan.

3. Cinta dan kasih sayang, bumbu penyedap yang menjadikan rumah tangga indah adalah cinta dan kasih sayang.

Minggu, 15 Oktober 2023

Perjalanan: Memaknai Kehidupan



Pada saat ini, aku sedang dihadapkan pada banyak situasi yang sangat kontras. Banyak kondisi yang harus dipilih sebagai bagian dari rangkaian perjalanan. Mestinya lebih mudah memilihnya karena semakin sini semakin jelas perbedaannya. Namun ternyata justru itulah yang membuat keputusannya semakin sulit. Aku kemudian dihadapkan pada hal hal yang selama ini aku genggam. Benar saja bahwa setiap orang akan diuji dengan apa yang mereka cintai, entah itu keluarga, sahabat, harta, bahkan jabatan. Semula kau tidak pernah berpikir bahwa apa yang aku cintai akan di uji, dan ketika ayah dijemput lebih dulu, kemudian aku mulai merenung. Namun dengan kepergian ayah yang selama ini menderita sakit, aku bersyukur karena Allah sudah meridhoi ayah untuk pulang, karena sakit yang ayah rasakan kini telah berhenti. Walau terasa sulit, namun dengan percaya pada takdir terbaik yang Allah berikan semua akan terasa lebih lapang.
Dari kepergian ayah kemudian aku merasakan banyak hal baru berdatangan, banyak perasaan ingin semakin mendekat pada Allah, ingin bertemu lagi nanti, ingin berkumpul bersama lagi dengan orang orang terkasih. Dan kini ingin ku hanya satu, membanggakan mereka nanti. Allah mungkin mengambil ayah lebih dulu agar kemudian aku sadar bahwa aku harus membanggakan nya nanti di akhirat. Mengingatkan aku bahwa ada yang lebih penting dari semua hal yang aku kejar dan inginkan saat ini. Dan aku bersyukur atas hal itu. Aku berterimakasih pada ibu, karena aku percaya ibu lah yang selalu mendoakan kami anaknya untuk menjadi orang shalih. Aku pun kemudian merasakan bahwa semakin hari aku semakin mampu membedakan hal hal yang mendukung dan tidak pada hal yang aku cita citakan. Hal yang sama ternyata terjadi di dunia pertemanan ku.
Genggam lah tangan sahabatmu yang mengingatkan pada kebaikan, sungguh ia sangat berharga, karena bilamana kelak kau tidak ada di sampingnya, maka dia akan mencarimu dan bersaksi atas persahabatan kalian. Maka hal itu pula yang aku inginkan. Karena aku pun tak bisa menjamin bahwa kelak aku yang akan berada di surga. Maka hendaknya mempersiapkan segala macam cara dan jalan untuk memperbesar kemungkinan itu.
Karena jaminannya adalah surga, maka hal itu tentu saja tak mudah untuk dilakukan. Memilih untuk berteman dengan orang orang yang shalih bukan perkara mudah, apalagi mereka adalah orang yang berbeda dengan teman saat ini. Berat rasanya untuk meninggalkannya, namun hati pun terus merasa janggal dan tak nyaman dengan keadaan itu. Maka inilah ujian nya. Maka inilah jalan yang dijanjikan bahwa manusia akan diuji dengan apa yang ia cintai.

Selasa, 06 Juni 2023

Aku dan Bayang-bayangmu




Dua tahun telah berlalu semenjak aku memutuskan untuk berhenti, melepas, pergi jauh, dan melupakan apa yang sangat aku cintai. 
Sepuluh tahun lalu aku memulainya dengan sadar bahwa ada kebaikan yang akan sangat aku cintai dalam dirimu, ada jiwa yang indah dan akan menjadi satu penyejuk dalam hatiku kelak. Dengan sadar ku mulai semuanya dengan harapan besar bahwa keputusanku saat itu akan lekas mengantarkan ku pada kebahagiaan sesungguhnya. Dengan sabarnya aku meniti setiap detik, bertahan dengan rasa yang kian mencuat. Aku tak pernah mau menyesali ini, sudah ku rencanakan baik baik agar tak ada kekesalan dalam penerimaan dirimu, ku jaga rasa ini perlahan namun pasti, ku redam banyak amarah ketika kabar hubungan mu berlalu lalang, kuusahakan tak percaya dan menunggu langkah pasti mu dalam menyikapi semua itu. Menunggumu menjadi rutinitas terindahku. Semuanya baik, terus membaik seakan dunia merestui kita yang bahkan tak pernah berujar mesra.
Kini kesabaranku habis di ujung penantian. Meratapi setiap untai kata yang tersemat di daun pintu rumah tak berpenghuni. 
Ingin sekali aku memuji diriku sendiri karena terlalu sabar dan tulus menginginkanmu, karena terlalu gigih menanti apa yang seharusnya tak ku nanti. Aku tak pernah tau bahwa lagu lagu cinta yang indah itu tak pernah menjadi nyata selam ini. Selama sepuluh tahun terakhir aku hanya bersama bayanganmu. Aku hanya membayangkan semua hal indah yang aku harapkan dari dirimu.
Betapa bodohnya aku kala itu, mencintai bayangan dengan sangat gigih dan tulus. Bodohnya aku mencintai raga yang tak pernah membalikan badannya untukku. Betapa bodohnya aku menganggap senyum itu sebagai belai kasih.
Hingga pada akhirnya aku sudah kehabisanu tenaga untuk mengetuk pintu.
Dua tahun telah berlalu sejak hari itu, dan aku pergi. Tak bertemu denganmu rasanya mempermudah segalanya. Kujalani hari demi hari dengan damai. 
Hingga sampai pada satu pertanyaan, apakah aku benar benar telah pergi darinya? sementara tubuhku tak henti bergetar dengan sapamu.

Minggu, 28 Mei 2023

Ga Enaknya Jadi Orang Gaenakan



 ada gasih disini yang orang nya gaenakan? maksudnya gimana tuh? sakit sakitan? bukan haha

gaenakan itu artinya dia ga bisa untuk menolak apa yang orang lain minta dari dia. apapun bentuknya. entah itu minta tolong bantu ini itu, minta bantuan tenaga, harta, apapun bahkan hal sepele minta ditemenin aja pasti diiyain saking ga mau suasana memburuk karena takut mengecewakan orang yang minta tolong itu. niatnya si baik ya buat menjaga hubungan baik, tapi ujung ujung nya malah jadi petaka buat dia sendiri. sangat disayangkan.

dan itulah aku. si orang gaenakan, yang kerjaan nya ya tidak lain dan tidak bukan mengiyakan berbagai permintaan teman temannya. jadi sudah pasti aku punya banyak teman. entah itu temen beneran, atau yang cuma ada pas butuh doang haha. mengenaskan ya. jujur awalnya aku sempet seneng mengetahui kalo aku adalah orang yang mudak bergaul dan ga susah buat sksd sama orang. hal ini juga bikin aku mudah menemukan teman. sayang nya waktu itu aku belum sadar kalo ada sisi lemah disampingnya yang akan menjadi petaka ketika tak aku upayakan untuk me manage nya dengan baik. alhasil ya banyak orang dengan berbagai kebutuhan ya datang nya kesini, ke aku. dan si orang ga enakan ini sudah pasti ngeiyain. yang lebih parahnya adalah ketika perkara bocah yang minta. dengan pikiran bocah mereka aku bahkan ga memfilter sama sekali tentang apa yang mereka minta. tentang bahaya dan akibatnya. satu kasus ga ngotak lagi adalah ketika aku ga bisa memenuhi permintaannya aku bakal cari cara minta tolong orang lain supaya permintaan itu bisa tetep aku kabulin. Astagfirullah oin kesurupan apa lu?

aku sering memprioritaskan beberapa hal yang bikin aku happy, berdampak buat orang, dan bikin orang happy. masalahnya adalah aku happy kalo udah bikin orang happy. jadi posisi bikin orang happy itu ada di paling depan. padahal kebutuhan aku saat ini, apa yang harusnya aku prioritaskan saat ini sama sekali ga ada di ranah itu.

begitu aku tau dan sadar kalo ternyata apa yang selama ini aku prioritaskan itu sama sekali ga diprioritaskan oleh orang lain, seakan aku yang dijadikan badal segala hal ini akhirnya mau mikir. semua ini kurang menguntungkan buat aku. bukan ga ada untung nya ya, itu malah bermanfaat buat aku dan orang banyak. sayangnya ada hal lain yang ternyata lebih menguntungkan tapi malah aku tinggalkan. dan disinilah titik balik orang ga enakan ini kembali ke jalannya.

simpel aja. cuma liat orang ga peduli sama apa yang kita bela belain. padahal posisi orang itu lebih penting dari aku.

semoga dari hal ini aku bisa banyak belajar untuk berlatih menjadi orang dewasa sesungguhnya yang ga cuma mikirin perasaan orang, tapi juga mikirin keuntungan dan akibatsetiap perbuatan itu buat diri sendiri. karen aorang lain ga akan ada yang mau nanggung. ujung ujungnya pasti balik lagi ke kita haha.

so semangat yaa belajar jadi orang dewasa. karena jadi dewasa itu ternyata ga instan. ga cuma nunggu umur abis doang. tapi pikiran perlu dijejali berbagai permasalahan supaya mau mikir dan berkembang.

thats all. baarakallahuli walakum.

Being an admirer is weird

Pernahkah tepikir sebenarnya apa sih yang harus dilakukan saat menyadari kalo kita sedang menyukai seseorang? apa aturannya? apa yang boleh ...