sayang, pagi ini seorang teman telah berada satu langkah lebih depan dibanding mu dalam pendidikan. dia telah menyelesaikan satu tahapan yang secara teori akan mengantarkannya pada tahap berikutnya dan menuju pada penuntasan pendidikan formalnya.
sayang, lumrahnya harusnya kamu lebih dulu berada di tahapan itu. dan mungkin harusnya kini tak perlu ada urusan tentang kampus lagi.
tapi ternyata tidak begitu, tapi ternyata Tuhan mengingikan hal lain.
mengingat satu hal bahwa boleh jadi apa yang kita suka Allah tak suka, dan boleh jadi apa yang kita tak suka, Allah malah suka.
Rabbi aku masih berpikir mengenai hal ini. apakah ini adalah petaka ku, harga atas dosa dosaku, dan lantas aku mendzolimi diriku sendiri. ataukah ini ujian agar aku tak lantas menjadi orang yang sombong dan merasa berbangga diri dengan pencapaian kehidupan?
Rabbi,, hambamu ini terus menyalahkan dirinya. karena sudah tentu tak ada orang lain yang bisa disalahkan. karena usahanya tak kunjung mencapai batas kemampuannya, ia hanya berleha leha lantas menyalahkan keadaan.
Rabbi,, ampunilah dosa hamba-Mu ini. terlalu kotor hamba dengan dosa bahkan terus berburuk sangka dengan kehidupan hamba. yang mana tak akan ada satupun urusan dunia ini menjadikan bekal bagi hamba di akhirat kelak.
Rabbi,, berikanlah hamba tuntunan agar tetap berada di jalanMu. agar tetap bersabar dengan ujian. agar tetap taat walaupun dengan kelebihan rezeki.
Ya Rabbi,, perkenankanlah seluruh urusan dunia hamba ini menjadi bekal amal soleh hamba kelak di akhirat. dan perkenankanlah hamba untuk dapat membahagiakan orang tua, saudara serta sahabat hamba kelak di akhirat ya Allah. karena sungguh Engkau Maha Pengasih.

kalo ada fitur love, aku mau love postingan ini huhu
BalasHapus